Friday, 22 May 2009

Bahaya Kesehatan Yang Bersumber dari Mesin Foto Copy dan Printer


Mesin foto copy, printer laser, dan facsímile adalah bagian penting dari perlengkapan kantor modern. Mesin-mesin ini kelihatannya cukup kurang berbahaya, tetapi ini adalah masalah yang terkait dengan penggunaannya dan perhatian yang harus diambil untuk melindungi kesehatan karyawan.

Proses foto copy
Lembaran kertas foto copy dioperasikan dengan merefleksikan lampu dari sumber lampu mesin foto copy tersebut, suatu gambar diproyeksikan pada suatu “photoreceptor” , yang mana suatu tabung atau pita diisi secara electrical. Permukaan tabung adalah photosensitive, dimana tabung tersebut akan kehilangan muatan electrostatic ketika terpapar lampu. Lampu yang direfleksikan menghasilkan suatu bentuk muatan pada tabung atau pita dan meninggalkan gambar tetap. Muatan electrostatic mengenai toner dan menghasilkan gambar pada kertas yang disebabkan adanya panas dan tekanan.
Copy berwarna menggunakan proses dasar electomagnetic yang sama. Bagaimanapun, mereka mempunyai 3 (tiga) system toner, yang berhubungan dengan warna dasar utama yaitu, hijau, merah dan biru.

Bahaya utama yang bersumber dari mesin foto copy:

1. Gas Ozon
Ozon adalah suatu bentuk dari oksigen (O2) yang tidak stabil, dimana bisa terbentuk selama
proses foto copi. Ozone dihasilkan dari pengoperasian alat listrik dengan tegangan (voltase) tinggi, seperti mesin foto copi, peralatan x-ray dan las listrik yang menggunakan arc.
Ozon adalah suatu gas yang reaktif dan tidak stabil dengan paruh tinggal (half-life) 6 menit di dalam suatu lingkungan kantor. Ozon adalah gas yang sangat beracun yang keluar dari mesin foto copy dan dapat menimbulkan banyak masalah kesehatan, mempunyai bau manis, dimana dalam keadaan normal dapat dideteksi dalam konsentrasi 0,01-0,02 ppm. Nilai paparan yang diijinkan saat ini menurut Standard yang diacu di Australia adalah 0,1 ppm (di TI: 0,05 ppm) untuk rata-rata paparan sehari (time-weighted average).
Ketika foto copi berlangsung, ozon diproduksi terutama pada waktu memasukkan dan mengeluarkan tabung dan kertas - ozon adalah hasil pemecahan (breakdown) dari material tabung selama pemindahan gambar (image) dan juga diproduksi oleh emisi ultra violet dari lampu mesin foto copi.

Efek Kesehatan
Seperti biasanya ozon dengan cepat berubah kembali menjadi oksigen, konsentrasi ozon yang normal disekitar mesin foto copi harus tidak menimbulkan gejala pada karyawan. Rentang dekomposisi tergantung dari waktu, temperatur (gas pecah lebih cepat pada temperatur tinggi) dan kontak dengan berbagai permukaan.
Bagaimanapun, konsentrasi ozon dapat terbentuk jika ruangan tersebut mempunyai ventilasi yang tidak baik. Jika konsentrasi ozon meningkat menjadi 0,25 ppm atau lebih, gas yang berbau ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, saluran pernapasan bagian atas dan paru-paru, tenggorokan dan hidung. Gejala lain adalah sakit kepala, napas pendek, pusing, lelah, dan kehilangan sensitivitas penciuman sementara. Pada konsentrasi 10 ppm dapat segera membahayakan kehidupan dan kesehatan.
Menghirup ozon dalam jangka waktu yang lama dalam konsentrasi beberapa ppm diketahui merusak paru-paru. Beberapa otoritas menyarankan bahwa konsentrasi 0,1 ppm kemungkinan dapat menyebabkan kelahiran prematur dan umur pendek.

2. Toner
Toner dalam bentuk bubuk yang digunakan dalam foto copy kering dan dibuat dari berbagai formula carbon black. Umumnya terdiri dari sekitar 10% carbon black, yang disemprotkan dalam suatu polysterene acrylic atau resin polyster yang sensitive panas. Bubuk toner yang halus dapat keluar dari mesin foto copy, khususnya jika sistem toner gagal dan otomatis alat mati. Bubuk toner juga dapat keluar selama pemeliharaan atau ketika mengisi ulang tabung.

Efek kesehatan
Debu toner bisa mengiritasi saluran pernapasan, menimbulkan batuk dan bersin. Beberapa toner terdiri dari campuran bahan kimia seperti nitropyrenes dan trinitroflurene . Campuran ini mempunyai sifat karsinegenik, oleh karena itu hindari kontak dengan kulit dan pernapasan. Ini dapat dihindarkan dengan memastikan toner tetap dalam cartride selama proses foto copy berlangsung. Bila ada risiko kontak dengan kulit dan pernapasan, pekerja yang menangani cartrige harus menggunakan sarung tangan dan masker sekali pakai.
Resin plastik type polymer yang ditemukan dalam banyak toner mesin foto copy dan diketahui menyebabkan adanyan reaksi alergi pada kontak kulit yang berulang-ulang. Gejala-gejala tersebut termasuk ruam kulit dan perasaan terbakar di mata.

3. Noise/bising
Mesin foto copy dengan kecepatan tinggi dan mempunyai fungsi ganda, mempunyai potensi untuk menjadi lebih bising. Mesin foto copi yang lebih tua bisa menimbulkan tingkat kebisingan diatas 75 dB(A) dan mesin foto copi dengan kemampuan besar menghasilkan kebisingan 80 dB(A). Tingkat kebisingan yang lebih tepat untuk area kantor seharusnya kurang dari 60 dB(A).

Efek Kesehatan
Kebisingan dari pengoperasian mesin foto copy (khususnya yang terus menerus) dapat menyebabkan stress diantara pekerja dan gangguan konsentrasi. Dalam industri press dan percetakan, kebisingan adalah bahaya utama untuk pekerja dan dapat menyebabkan tuli sementara dan tinnitus atau telinga yang mendenging.

4. Ultra violet
Lampu-lampu jenis fluorescent, metal halide atau quartz pada umumnya digunakan dalam mesin foto copy. Lampu itu sendiri bukan merupakan bahaya, akan tetapi lampu dapat menyebabkan tekanan pada mata ketika berlangsung berulang-ulang – maka dalam melakukan foto copy sebaiknya selalu dilakukan dengan menurunkan petutup mesin.

Efek Kesehatan
Cahaya lampu yang digunakan secara terus menerus pada mesin foto copy dapat menyebabkan iritasi mata dan sakit kepala setelah terpapar, jika dilihat secara langsung. Ini dapat mengiritasi dan menimbulkan ketegangan pada pekerja.

5. Bahaya lain:

5.1 Heat
Panas dihasilkan selama proses foto copy. Jika ventilasi dan penyebaran panas tidak tepat, bisa menyebabkan peningkatan temperatur dalam ruangan dimana bisa menyebabkan ketidak nyamanan pada karyawan.
Kebakaran dari komponen-komponen yang panas merupakan potensi bahaya ketika memperbaiki kertas yang macet atau tersangkut.

5.2 Muscle strain (sakit otot)
Menggunakan alat foto copy dalam jangka waktu yang lama atau menyusun barang dalam suatu area kerja yang didesain buruk dapat menyebabkan ketidak nyamanan atau sakit otot dan kerangka. Postur yang tertahan dan gerakan yang berulang-ulang juga bisa menyebabkan kelelahan otot dan sakit.

Bekerja dengan mesin foto copy yang aman

1. Ozon• Pilih mesin foto copy yang beremisi ozon rendah atau yang dilengkapi dengan filter carbon aktif yang dipasang pada exhaust mesin tersebut. Carbon aktif akan memberikan 100 % perlindungan dari paparan ozon.
• Memelihara mesin foto copy dan filter secara rutin. Pemeliharaan yang baik bisa mengurangi konsentrasi ozon yang diproduksi.
• Bau yang tidak enak dari mesin foto copy dapat menyebabkan hidung dan tenggorokan irritasi. Kualitas udara dalam ruangan sebaiknya dimonitor secara rutin.

2. Pemeliharaan • Penggunaan mesin foto copy harus selalu sesuai dengan petunjuk yang dikeluarkan pabrik. Hanya menggunakan toner, kertas dan acetates yang ditentukan.
• Mesin foto copy hanya dipasang sesuai dengan instruksi/petunjuk dari pabrik dengan ruangan dan pergerakan udara yang cocok.
• Petunjuk pabrik untuk pembersihan, penggantian filter maupun sikat (brush) harus diikuti dengan baik.
• Buku catatan pemeliharaan mesin harus disimpan untuk setiap mesin dan harus ada pada petugas untuk keperluan inspeksi.

3. Ventilasi• Suatu area yang berventilasi baik dapat memfasilitasi pembuangan debu, gas, dan uap dengan aman.
• Tempatkan mesin foto copy dalam suatu ruangan yang berventilasi baik dengan sistem masukan udara segar atau suatu sitem exhaust udara yang dilengkapi dengan filter.
• Sediakan ruang di sekitar mesin foto copy untuk gerakan udara yang baik (mekanikal ventilasi yang sesuai Standard).
• Pergerakan udara di dalam area foto copy harus dimonitor secara rutin.

4. Noise
• Tempatkan mesin foto copy dalam suatu área dimana efek bising akan minimal. Hal ini mungkin perlu ditingkatkan dengan memilih mesin foto copy yang dilengkapi dengan meterial penyerap suara.

5. Cahaya dan panas yang intensif• Pastikan tutup dokumen tertutup selama memfoto copy, hal ini mencegah terjadinya kebocoran sinar dan menghindarkan kelelahan mata.
• Bila mungkin, cegah paparan cahaya dengan menggunakan tempat dokumen yang otomatis selama memfoto copy.
• Jika tidak memungkinkan, menutup dokumen pada pekerjaan-pekerjaan yang tidak biasa, operator sebaiknya menghindarkan mata mereka dari sumber cahaya.
• Tempatkan tanda bahaya pada bagian mesin yang panas sebagai tanda bagi karyawan yang membuka peralatan karena untuk alasan membersihkan kertas yang macet.
• Untuk menghindarkan terjadinya kecelakaan, jepitan yang bukan logam dapat digunakan untuk mengeluarkan kertas yang macet setelah memastikan bahwa mesin dalam keadaan mati.
• Bila perlu, sewaktu akan mengeluarkan kertas yang macet pada bagian mesin yang panas, maka matikan mesin tersebut untuk beberapa saat supaya mesin dingin.

6. Bahan Kimia• Material safety Data Sheets (MSDS) bahan kimia yang digunakan harus ada pada petugas dan bisa diperoleh dari suplier atau kontraktor pelayanan. MSDS berisikan informasi bagaimana menangani, menyimpan, dan toksisitas bahan kimia yang digunakan dan menyediakan informasi kesehatan dan keselamatan kerja yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan menilai bahayanya.
• Gunakan sistem toner yang diwadahi dan otomatis mati jika ada toner yang bocor di suatu ruangan mesin foto copy.
• Sarung tangan karet sekali pakai harus tersedia dan digunakan ketika menangani kertas yang bertinta atau proses kimianya basah, membersihkan dan membuang cairan atau tinta, hindarkan kontak dengan kulit.
• Tumpahan cairan atau toner yang habis dipakai harus ditempatkan dalam kantong plastik yang dishield dan diberi label “Chemical waste”
• Jika pengangkutan (transfer) toner manual diperlukan, maka sistem pengangkutan yang optimal harus dikembangkan dan digunakan untuk memperkecil kemungkinan tumpahan

7. Manual Handling• Tetapkan area kerja sekitar mesin foto copy yang bebas, pisahkan jalan/gang atau pintu keluar darurat.
• Permukaan tempat kerja foto copy harus sesuai dengan tinggi operator dan meja kerja harus tersedia
• Fasilitas penyimpanan kertas dan toner yang sesuai harus disediakan. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan otot dan rangka (musculoskeletal), menyimpan boks kertas foto copy pada setinggi lutut agar mudah mengangkat dan membawanya.
• Petugas harus dirotasi untuk menghindarkan terjadinya keadaan tubuh yang statis dan pegerakan yang berulang-ulang.

Semoga bermanfaat..
Sumber : Unionsafe

No comments:

Post a Comment